Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur

Bicara tentang film yang diadaptasi dari novel, ada kode etik yang sudah jelas dari awal: ekspektasi nggak boleh tinggi-tinggi. Sebagai penikmat novel Laksmi Pamuntjak, awalnya ragu banget mau nonton Aruna dan Lidahnya, dan merelakan ekspektasi luluh lantak. Belum lagi kalo di novel, penjelasan tentang semua kejadian dan tempat begitu rinci dan penuh riset, mau jadi Read more about Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur[…]

Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489

Delapan tahun lalu, sama sekali tak terpikir untuk menginjakkan kaki di Jakarta. Sama sekali tidak ada mimpi yang lebih besar daripada menjadi seorang nerd profesional di Singapura.  Tujuh tahun lalu, pikiran-pikiran tentang Jakarta: macet, ondel-ondel, Monas, Toko Buku mulai gentayangan di benak. Ternyata tidak akan ada Singapura dalam hidup setelah lulus sekolah, bahkan Jakarta yang ada dalam bayangan, Read more about Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489[…]

Traveling To Phnom Penh & Siem Reap (Part 2): Mengamati Manusia Kamboja

“Perjalanan adalah mengenai manusia itu sendiri.” Mengamati manusia, menurut saya adalah hal paling seru, karena saya datang dengan sepasang mata yang baru; belum terkontaminasi oleh ekspektasi dan pula konsep apapun. Setelahnya pun, as a result, saya tidak berhak menghakimi apapun, karena saya ‘kan bukan orang lokal yang mengerti seluk beluk negara tersebut. Atas dasar prinsip di Read more about Traveling To Phnom Penh & Siem Reap (Part 2): Mengamati Manusia Kamboja[…]

Traveling to Phnom Penh & Siem Reap (Part 1): Menjadi Sejarah di Negara Kamboja

[sgmb id=”1″]”Mengapa Kamboja? Bukan Hongkong seperti temanmu?” Kata-kata dari Nyokap sempat bikin saya kepikiran. Negara berkembang ini sebenarnya memang bukan destinasi impian saya, karena bagaimanapun saya lebih penasaran dengan India. Nah, mengapa Kamboja? Tiketnya waktu itu lagi promo, titik. Tapi, setelah saya tilik, pasti ada ‘alasan’ lain yang mengantarkan saya ke Negara super panas ini, Read more about Traveling to Phnom Penh & Siem Reap (Part 1): Menjadi Sejarah di Negara Kamboja[…]