Jepang, kalau bisa dideskripsikan sebagai manusia.

Ada satu hal yang tidak bisa lepas dari benak begitu pertama kali mendarat di bandara Haneda: Once you fall in love with Japan, you could never fall out love with Japan, ever. Menjelajah Jepang mungkin adalah impian yang mainstream, tapi bagi gue, Jepang jelas adalah bucketlist in a bucket! Mulai dari menyaksikan Gunung Fuji dari jarak yang Read more about Jepang, kalau bisa dideskripsikan sebagai manusia.[…]

Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Resensi Novel The Architecture of Love – Ika Natassa

Ika Natassa, novel terbaru dengan judul The Architecture of Love. Novel ini ‘terbeli’ karena dua alasan: pertama, karena emang kepingin; kedua, karena gue ditawarin sama mas-mas penjaga Gramedia. Iseng, gue tanya sama Mas itu, kaget juga sih ternyata dia ikut Meet and Greet bareng Ika Natassa dan bahkan selalu baca novel-novel Ika Natassa. Well, gue Read more about Resensi Novel The Architecture of Love – Ika Natassa[…]

Giveaway Novel Indonesia #DirgahayuRI71

MERDEKA INDONESIAKU! ❤ Dalam rangka #DirgahayuIndonesia71, #NyarisPuitis akan membagikan 7 novel karya penulis indonesia secara gratis! Caranya gampang: • Follow Instagram @nyarispuitis • #repost foto quote dari Instagram @nyarispuitis yang kamu suka • Tag ke 7 temen kamu yang suka baca (baca timeline gebetan? Ah boleh, deh!) • Message / kasih tau ke aku kalau kamu udah repost Read more about Giveaway Novel Indonesia #DirgahayuRI71[…]

Janji Temu Minum Kopi

“Sehitam neraka, sekuat kematian dan semanis cinta.” Kalau bukan karena kata-kata Mama ini, tidak akan mau Putri menyambangi coffee shop seumur hidupnya. Sudah terlalu rutin ia menunaikan kopi darat bersama spesies bernama lelaki, minum kopi sampai-sampai asamnya mengikis lambung, dokter bilang ada gejala maag, gejala mati rasa di hatinya. “Ah, pasti itu alasan kamu saja, Read more about Janji Temu Minum Kopi[…]

Find Romance on a Menu

You received a message! Lilo: Yakitori kemaren gimana? Enak? Lilo: Sori banget ngga bisa nemenin yak. Next time, gw masih available kok buat ditraktir. Lilo: Hehehe! Kayla: Biasa aja sih, rasanya kayak yakitori aja Kayla: Horeeee, next time ditraktir! Maaci yaa :* Lilo: Yah, dia salah paham, sodara2… Lilo: Tapi ngga papa deh, suatu kehormatan bisa nraktir Read more about Find Romance on a Menu[…]

Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489

Delapan tahun lalu, sama sekali tak terpikir untuk menginjakkan kaki di Jakarta. Sama sekali tidak ada mimpi yang lebih besar daripada menjadi seorang nerd profesional di Singapura.  Tujuh tahun lalu, pikiran-pikiran tentang Jakarta: macet, ondel-ondel, Monas, Toko Buku mulai gentayangan di benak. Ternyata tidak akan ada Singapura dalam hidup setelah lulus sekolah, bahkan Jakarta yang ada dalam bayangan, Read more about Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489[…]

Traveling To Phnom Penh & Siem Reap (Part 2): Mengamati Manusia Kamboja

“Perjalanan adalah mengenai manusia itu sendiri.” Mengamati manusia, menurut saya adalah hal paling seru, karena saya datang dengan sepasang mata yang baru; belum terkontaminasi oleh ekspektasi dan pula konsep apapun. Setelahnya pun, as a result, saya tidak berhak menghakimi apapun, karena saya ‘kan bukan orang lokal yang mengerti seluk beluk negara tersebut. Atas dasar prinsip di Read more about Traveling To Phnom Penh & Siem Reap (Part 2): Mengamati Manusia Kamboja[…]

Traveling to Phnom Penh & Siem Reap (Part 1): Menjadi Sejarah di Negara Kamboja

[sgmb id=”1″]”Mengapa Kamboja? Bukan Hongkong seperti temanmu?” Kata-kata dari Nyokap sempat bikin saya kepikiran. Negara berkembang ini sebenarnya memang bukan destinasi impian saya, karena bagaimanapun saya lebih penasaran dengan India. Nah, mengapa Kamboja? Tiketnya waktu itu lagi promo, titik. Tapi, setelah saya tilik, pasti ada ‘alasan’ lain yang mengantarkan saya ke Negara super panas ini, Read more about Traveling to Phnom Penh & Siem Reap (Part 1): Menjadi Sejarah di Negara Kamboja[…]