Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur

Bicara tentang film yang diadaptasi dari novel, ada kode etik yang sudah jelas dari awal: ekspektasi nggak boleh tinggi-tinggi. Sebagai penikmat novel Laksmi Pamuntjak, awalnya ragu banget mau nonton Aruna dan Lidahnya, dan merelakan ekspektasi luluh lantak. Belum lagi kalo di novel, penjelasan tentang semua kejadian dan tempat begitu rinci dan penuh riset, mau jadi Read more about Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur[…]

Nostalgila bareng Crazy Rich Asians (A Movie Review)

Detik-detik pertama film ini dimulai, Crazy Rich Asians sudah berhasil mencuri hati saya. Bukan karena saya adalah salah satu dari crazy rich asians yang kebetulan bermata sipit, pelit dan logat pelo’ yang legit, tapiiii karena soundtrack-nya! Lagu yang berhasil menarik saya masuk dalam pusaran waktu, ke masa kecil di mana old jazzy chinese songs sering Read more about Nostalgila bareng Crazy Rich Asians (A Movie Review)[…]

Jepang, kalau bisa dideskripsikan sebagai manusia.

Ada satu hal yang tidak bisa lepas dari benak begitu pertama kali mendarat di bandara Haneda: Once you fall in love with Japan, you could never fall out love with Japan, ever. Menjelajah Jepang mungkin adalah impian yang mainstream, tapi bagi gue, Jepang jelas adalah bucketlist in a bucket! Mulai dari menyaksikan Gunung Fuji dari jarak yang Read more about Jepang, kalau bisa dideskripsikan sebagai manusia.[…]

La La Land: Romantis yang Realistis

Perlakukan mimpimu secara romantis, walaupun tak selamanya manis, namun itulah hal yang paling realistis. La La Land merupakan film yang membungkus bara semangat mengejar mimpi, tapi tetap berdarah-darah. Tidak ada yang impressing bagi gue, hingga akhirnya Sebastian (Ryan Gosling) yang mengucapkan kata-kata ini pada saat saudaranya berkunjung ke apartemennya yang dipenuhi oleh barang-barang antik dari artis favoritnya: Read more about La La Land: Romantis yang Realistis[…]

Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Oh, Hello. (That Stranger Named 2017)

For everyone who reading this now, I hope you have the courage to start, all over again. The Scott Fitzgerald’s quote stained, unwashed from my mind, and suddenly appeared through my fingers. 364 / 365. Celebration; fireworks burning; countdowns; barbecues are only the ransom to prepare people to let go 2016 happily. To be honest, Read more about Oh, Hello. (That Stranger Named 2017)[…]

Doctor Strange, nggak ribet pake jubah sepanjang itu?

Itu pertanyaan pertama yang muncul dengan jahat di kepala gue begitu Cloak of Levitation tersampir di pundaknya Doctor Strange. Imajinasi berikutnya? Gue membayangkan diri gue dicekik dan diseret sama si jubah kayak anak buahnya Kaecillius itu. Metong. Memang, beberapa superhero Marvel nggak kalah ribet, sih. I mean, Doctor Strange kan mesti lari-larian di gedung yang entah vertikal Read more about Doctor Strange, nggak ribet pake jubah sepanjang itu?[…]

Balada Cacar Air

Ada beberapa hal yang hanya terjadi sekali seumur hidup: lahir, menikah (well, it depends) dan meninggal. Setelahnya gue baru nyadar bahwa gue melewati satu hal lagi: cacar air. Never in my wildest dream, cacar air dengan kulit bentol-bentol merah akan menyerang dengan cara seperti ini. Memang sudah mitosnya bahwa setiap orang pasti akan mengalami cacar Read more about Balada Cacar Air[…]

Resensi Novel The Architecture of Love – Ika Natassa

Ika Natassa, novel terbaru dengan judul The Architecture of Love. Novel ini ‘terbeli’ karena dua alasan: pertama, karena emang kepingin; kedua, karena gue ditawarin sama mas-mas penjaga Gramedia. Iseng, gue tanya sama Mas itu, kaget juga sih ternyata dia ikut Meet and Greet bareng Ika Natassa dan bahkan selalu baca novel-novel Ika Natassa. Well, gue Read more about Resensi Novel The Architecture of Love – Ika Natassa[…]

Warna dari Monokrom Tulus

“Apapun yang dikerjakan dengan hati, pasti akan ada hati yang mendengarkan.” Tahun lalu, Tulus hanyalah sekedar penyanyi baru yang booming lewat Sepatu. Gara-gara dapet tiket gretong, gue sengaja ‘mempelajari’ seluruh isi album lama, biar kalo diajak nyanyi bareng-bareng enggak kagok. Tulus terkesan seperti Raisa versi cowok, kesan pertama gue waktu menyaksikan private concert Tulus: ini Read more about Warna dari Monokrom Tulus[…]