Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Tentang Kenyamanan dan Kafe Outdoor di Senja itu.

Aku juga heran mengapa akhirnya aku mengajak orang seperti Phillip keluar untuk sekedar menikmati senja di kafe outdoor yang tak sengaja kita temukan, menyesap bau keringat para pekerja kantoran yang berlalu lalang menyambut kebebasan mereka di tengah-tengah kemacetan yang membahana. Alasanku sederhana, aku bosan. Alasannya pun tak kalah sederhana, dia butuh teman bicara, dia sudah Read more about Tentang Kenyamanan dan Kafe Outdoor di Senja itu.[…]