Payung Teduh, Banda Neira dan hal-hal yang tak kita bicarakan.

Is pamit dari Payung Teduh. Pamitnya terasa lebih getir daripada lagunya Tulus yang kedengaran masih bersahabat. Izinkan saya mengungkapkan apa yang membuat hari (dan hati) belakangan terasa sedikit lebih kosong (dan lega?). Anggap saja ini sebagai surat perpisahan dari kita yang tak pernah betul-betul mengenal, sama halnya seperti saya yang ngga pernah bisa mengerti, alasan hakiki tentang Akad Read more about Payung Teduh, Banda Neira dan hal-hal yang tak kita bicarakan.[…]