Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489

Delapan tahun lalu, sama sekali tak terpikir untuk menginjakkan kaki di Jakarta. Sama sekali tidak ada mimpi yang lebih besar daripada menjadi seorang nerd profesional di Singapura.  Tujuh tahun lalu, pikiran-pikiran tentang Jakarta: macet, ondel-ondel, Monas, Toko Buku mulai gentayangan di benak. Ternyata tidak akan ada Singapura dalam hidup setelah lulus sekolah, bahkan Jakarta yang ada dalam bayangan, Read more about Kota dan Kotak – Dirgahayu Jakarta ke-489[…]