Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur

Bicara tentang film yang diadaptasi dari novel, ada kode etik yang sudah jelas dari awal: ekspektasi nggak boleh tinggi-tinggi. Sebagai penikmat novel Laksmi Pamuntjak, awalnya ragu banget mau nonton Aruna dan Lidahnya, dan merelakan ekspektasi luluh lantak. Belum lagi kalo di novel, penjelasan tentang semua kejadian dan tempat begitu rinci dan penuh riset, mau jadi Read more about Movie Review Aruna dan Lidahnya: Merayakan Rasa dengan Jujur[…]

Nostalgila bareng Crazy Rich Asians (A Movie Review)

Detik-detik pertama film ini dimulai, Crazy Rich Asians sudah berhasil mencuri hati saya. Bukan karena saya adalah salah satu dari crazy rich asians yang kebetulan bermata sipit, pelit dan logat pelo’ yang legit, tapiiii karena soundtrack-nya! Lagu yang berhasil menarik saya masuk dalam pusaran waktu, ke masa kecil di mana old jazzy chinese songs sering Read more about Nostalgila bareng Crazy Rich Asians (A Movie Review)[…]

La La Land: Romantis yang Realistis

Perlakukan mimpimu secara romantis, walaupun tak selamanya manis, namun itulah hal yang paling realistis. La La Land merupakan film yang membungkus bara semangat mengejar mimpi, tapi tetap berdarah-darah. Tidak ada yang impressing bagi gue, hingga akhirnya Sebastian (Ryan Gosling) yang mengucapkan kata-kata ini pada saat saudaranya berkunjung ke apartemennya yang dipenuhi oleh barang-barang antik dari artis favoritnya: Read more about La La Land: Romantis yang Realistis[…]

Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Doctor Strange, nggak ribet pake jubah sepanjang itu?

Itu pertanyaan pertama yang muncul dengan jahat di kepala gue begitu Cloak of Levitation tersampir di pundaknya Doctor Strange. Imajinasi berikutnya? Gue membayangkan diri gue dicekik dan diseret sama si jubah kayak anak buahnya Kaecillius itu. Metong. Memang, beberapa superhero Marvel nggak kalah ribet, sih. I mean, Doctor Strange kan mesti lari-larian di gedung yang entah vertikal Read more about Doctor Strange, nggak ribet pake jubah sepanjang itu?[…]

Zootopia: Dunia tak Sebaik yang Kau Pikirkan!

Ketika film ini berakhir di bioskop kala itu, kesimpulan pertama yang meloncat dari benak saya adalah: kisah seekor kelinci yang menyelamatkan hidup si rubah dengan cara yang tidak dengan ‘superhero’. That’s a fantastic idea mengingat hukum rimba yang berlaku: karnivora akan selamanya menjadi pemangsa untuk herbivora. Merupakan hal yang lumrah bila herbivora seperti kelinci akan Read more about Zootopia: Dunia tak Sebaik yang Kau Pikirkan![…]