Bicara

Pernahkah kau merasa betul-betul rapuh? Seakan hembusan angin sesemilir apapun akan meluluhlantakkan segala niatmu dan kau lalu ingin menjadi angin itu sendiri, berhembus entah ke mana, yang penting berhembus. Ke arah mana saja, kalau bisa menjadi arah itu sendiri karena kau tidak ingin lagi dipusingkan ketika ditanya mengenai arah apa yang ingin kau ambil. Pernahkah Read more about Bicara[…]

Matanya, Kota yang Sepi

Matanya mengingatkanku pada kota yang sepi. Entah karena aku pernah mendengar kata-kata seperti ini di salah satu film, tapi memang begitulah matanya memberi kesan. Matanya tidak indah hingga layak dibikinkan lagu; tidak pula bulat seperti bola pingpong dan bikin susah lupa. Matanya seperti kota yang sepi, dan di sanalah aku tersesat. “Kalau memang begitu, kamu Read more about Matanya, Kota yang Sepi[…]

Janji Temu Minum Kopi

“Sehitam neraka, sekuat kematian dan semanis cinta.” Kalau bukan karena kata-kata Mama ini, tidak akan mau Putri menyambangi coffee shop seumur hidupnya. Sudah terlalu rutin ia menunaikan kopi darat bersama spesies bernama lelaki, minum kopi sampai-sampai asamnya mengikis lambung, dokter bilang ada gejala maag, gejala mati rasa di hatinya. “Ah, pasti itu alasan kamu saja, Read more about Janji Temu Minum Kopi[…]