[Drakor Review] Alasan Han Ji Pyeong Pantas Mendapatkan Hati Kita :)

Membahas drakor yang sedang menjadi buah bibir jarang sekali dilakukan #NyarisPuitis, tapi kali ini, rasanya sulit untuk tidak ikut membahas Start Up, sama sulitnya untuk tidak gemes sama senyumnya Han Ji Pyeong. Ngaku, hayo.. di episode berapa kamu mulai kesemsem sama doi?! Tulisan ini didedikasikan untuk Para Pemuja Second Lead Han Ji Pyeong—yang hatinya ikut retak, karena melihat pujaan hatinya falling in love with people he can’t have.

Masih ingat fenomena SLS alias second lead syndrome yang marak di Twitter dan Instagram untuk Jungpal (Reply 1988)? Gue waktu itu ngga berasa apa-apa karena gue #TimTaek. EHEHE. Tapi… begitu di Itaewon Class, hati ini ngga berhenti mencelos melihat Soo Ah yang jungkir balik di belakang semua ini, tapi Park Seoroyi malah… ah, sudahlah, setidaknya Soo Ah masih disuguhi ending yang cling, karena Choi Taek sudah alih profesi dari pemain baduk jadi koki resto. Ta-tapi, Han Ji Pyeong??? APAAN ITU ENDING-NYA CUMAN CATWALK DOANG *lempar corn dog*

Daripada menyimpan amarah, maka turunlah wangsit untuk menulis ini: alasan HJP pantas mendapatkan hati kita (dan engga pantes dapat hati Dalmi). Sekedar mengingatkan, tulisan ini dibikin bukan karena gue membandingkan Han Ji Pyeong sama Nam Dosan ya, tapi emang mutlak karena doi bersinar aja githu sebagai karakter yang mengesankan~

Cuss kita mulai!

  • Karakter yang Manusiawi

Dari awal, Ji Pyeong digambarkan sebagai karakter yang sensitif, gampang marah dan curigaan. Inget ngga, bagian dia marah karena mengira Haelmoni mengambil uangnya, impulsif banget kabur dari toko, padahal cuman salah paham? Makanye, jangan suudzon lu, Pyeong.

Tapi, dari situ kita jadi simpatik sama doi, semua sifat-sifat itu buruk tapi juga dekat dengan hidup kita. Ditambah lagi, doi anaknya gengsian, diam-diam kita berharap agar dia tumbuh dan bertahan di dunia yang kejam ini.

  • Uring-uringan Teros tapi Hatinya Baik

Paling prihatin kalau inget ekspresi Chul-san dimarahi sama Ji Pyeong, tapi semua yang diomongin sama Ji Pyeong selalu benar; yang disampaikan adalah ugly truth tanpa sugar-coating. Bayangkan! Sisa berapa orang macem ini di muka bumi?? Namun, walaupun mulutnya sangat kejam dan tajam, tapi heyyy, Ji Pyeong tidak pernah berniat untuk menyakiti orang lain. Well, kecuali kalau sudah merasa ‘terancam’ banget, sih. Di atas segalanya, doi ngga tahan lihat orang susah, akhirnya dibantu juga sambil mencak-mencak. Emesh banget yaaaa :’)

  • Perfeksionis tapi Tidak Perfect

Ada satu yang perfect dari Ji Pyeong, nanti ya di poin terakhir. Intinya, walau doi selalu nitpicking kerjaan orang (99% selalu mujur), tapi siapa di sini yang tydac berkaca-kaca setiap kali adegan Ji Pyeong dan Haelmoni? Kalau gue, jadi auto inget dan kangen sama wangi khas Nenek sendiri. Hubungan Ji Pyeong dan Halmeoni ini bener-bener mencerminkan ketulusan orang tua dan anak, ngga sih?

  • Love Language = Acts of Service!

Siapa yang hatinya ikut meleleh pas Ji Pyeong refleks bukain botol minum buat Dalmi? Atau pas ngebales 400 pertanyaan tanpa capek ngetik? Atau… pas mengaduk mie sambil zuzur tentang perasaannya selama ini? (fix sih ini the best-adegan-nembak-of the year!)

  • Lesung Pipi Ngga Nyantai

Nah, ini nih yang perfect. Lesung pypy Pak Han yang efek damage-nya 100000000. Parah! Dipadukan sama suaranya yang… bikin auto nyodorin hati *murah banget w.*

Kalau bisa digambarkan, bagaikan Ji Pyeong yang langsung suka sama suara Yeongsil pas denger pitching tentang anak panti itu.

Yha, walau Start Up identik dengan pertanyaan dua kubu: #TimJiPyeong atau #TimDosan? Dan yang tentu saja sangat berat sebelah, gue cukup menyayangkan drama ini yang akhirnya timpang ke cerita cinta segitiga dibanding struggling bikin usaha. Lagian, mana ada sih kantor yang bikin teknologi secanggih itu, tapi IT engineer-nya ngga sampe 10?? Tempat w kerja aja anak IT nya satu gedung #eh. Terlalu surreal, hehehe.

Sorry not sorry juga, gue bukan tim patah hati karena Han Ji Pyeong ngga end up sama Dalmi, atau tim “kEnaPa ngGa sAMa inJaE aJa siH”, atau tim Soo Ah yang diselipkan cameo cakep. Karena… come on, Ji Pyeong is way too good to be deserved by Dalmi yang bucin; he deserved our heart, OK? OK!

Dan, yah… memang seperti itulah nasib second lead yang kita semua sudah tahu. Dari poster drakor-nye aje udah jelas-jelas Dalmi ama Dosan, apa lagi yang kau harapkan, kisanak? Walau kadang gue masih sering berpikir, second lead di Start Up ini benar-benar wasted. Coba bayangkan, persamaan Jungpal dan Jipyeong adalah mereka terlalu ragu-ragu dalam mengambil langkah, sering galau dan kurang gercep (dibanding Taek dan Dosan yang jeli melihat kesempatan). Kalahnya Jungpal… masih wajar, bisa diterima karena Jungpal masih belia, ditambah Deoksun yang emang oon. Tapi kalau Jipyeong? Ya emang karena Dalmi-nya aja yang udah bucin sejak dini.

bukti ke-bucin-an yang sudah terdeteksi sejak dini

Dan itulah yang menyebabkan adegan akhir Jipyeong-Dalmi “now we are okay?” sangat-sangat powerful, karena habis itu, doi kembali tersenyum legowo dan… asliiii damage 10000000000! Terlalu berkesan, second lead terbaik dari semesta per-drakor-an ini, Han Ji Pyeong!

PS: Hal lain yang tak kalah mengesankan: Chul-san & Sa-Ha!

*Zuzur baru kali ini nonton drama tapi ngga fokus ke tokoh utama, tapi tokoh-tokoh pendukungnya yang sangat bersinar*

bonus: kapal yang sudah berlayar sebagai penutup :3

Bonus lagi: video Chul-san lagi ASMR pengantar tidur:

Sumber foto: dari berbagai sumber (giphy, twitter, dramabeans)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *