Toy Story 4 – A Need to be Needed

Siapa penggemar Toy Story di siniii? *angkat tangan* 9 tahun berlalu sejak tayangnya Toy Story 3. Masih ingat meweknya ketika melepas kepergian Andy untuk kuliah, sekaligus menghela nafas lega karena Woody, dkk menemukan anak baru yang menyayangi mereka, Bonnie. Lalu kemudian euforia itu datang lagi sekarang, dalam Toy Story 4 yang konon menjadi akhir dari rangkaian film ini.

Surely, Toy Story’s story definitely is an evil villain with an innocent face. But hey, it just a story about toy, isn’t it? Tapi, cerita anak-anak ini tidak sesederhana itu, Ferguso. Oke, gw tahu tema Toy Story selalu berpusar pada arti persahabatan dan tidak meninggalkan teman dalam kondisi sesulit apapun, but this one, is a deep one, and it’s getting darker here. 

Tentang kesepian, rasanya ‘ditinggalkan’ ketika orang yang kamu sayangi pergi mengejar mimpi selanjutnya;

tentang apa yang akan kamu lakukan bila ternyata tugasmu telah selesai?

tentang tujuan dan hasrat untuk dicintai dan disayangi, untuk diinginkan dan dilibatkan dalam hidup seseorang, simply karena kamu begitu menyayanginya dengan tulus;

tentang persahabatan, kesetiakawanan yang memang selalu ada di setiap film Toy Story, tapi kali ini, walaupun dalam durasi yang singkat, rasanya tetap bikin hati mencelos;

tentang merelakan dan tahu value diri sendiri, tidak bergumul dalam kesedihan dan tahu kapan harus bener-bener moving on, tahu apa yang harus dilakukan;

tentang keberanian untuk mengambil keputusan, berlapang dada dan tetap memberi arti dalam hidup, di kondisi paling menyulitkan sekali pun.

Toy Story 4 Tom Hanks as Woody and Tim Allen as Buzz Lightyear CR: Disney/Pixar

Jujur yuk, semua perasaan itu setidaknya pernah kita rasakan, namun seringnya enggan kita bahas, karena pikirnya ini lumrah, manusiawi. Pada akhirnya kita ini memang hanyalah manusia yang punya hati. Dan Toy Story ini berhasil menyentuh bagian paling dalam itu. And I think that’s why lot of people will cry or at least got some heart-wrenching moment ketika menonton ini, karena film kartun dengan tema ‘realistik’ seperti ini beda banget dengan film Disney lainnya. Film-film Disney lainnya boleh datang dengan alur ‘berjuang mendapatkan sesuatu – punya hati yang berani – akhirnya berhasil mendapatkan hal tersebut dengan pengorbanan.’

Kalau Toy Story? Penonton malah diajak untuk ‘mengumpat setiap kali Woody milih membahayakan diri sendiri untuk menyelamatkan sahabat – dilanda kesulitan lain – bekerjasama dengan sahabat – dengan hati yang berani pula, belajar untuk melepas.’

Walau ceritanya tentang mainan yang bisa hidup, tapi film ini begitu realistis. Mainan-mainan ini ‘manusia’ banget dengan hati yang baik. Persahabatan yang erat banget terjalin, dan Woody yang tidak pernah ada benci dan dendam di hatinya, walo kadang boneka-boneka jahat pada rese abis. Aw, what a soft heart that Woody has. Dan tokoh favorit gue, Buzz Lightyear yang… kocak dan charming. Keyakinan pada sahabatnya itu lho, yang so freaking priceless, dan sebenernya agak kecewa sih karena porsi Buzz dalam film kali ini kurang panjang, hehe. Dan gue rasa kalau bagian akhir Toy Story 4 ini dipanjangin dikiiiit lagi, wah… pasti udah nangis kejer sih gue. Hiks, ngga boleh spoiler ya akutu.

this is from Toy Story 3, but… *waving goodbye

Still remember how ‘When Somebody Loved Me’ scene on Toy Story 2 which always cracks heart, and yet remind us to cherish and respect whatever we (still) have now. And to remind us that change is inevitable.

And speaking of letting go, yang menjadi esensi dari film ini juga, di akhir film gue baru menyadari, walaupun semua mainan ini sudah menjadi milik Bonnie…. there’s a tiny little part of me that confirming, yes, I still miss Andy, like a lot. 

this is from Toy Story 3 too, but… yeah :’) *waving goodbye

*Watching the movie suspecting Andy would be showed up somewhere, mbatin gimana ya kabar dia kuliah sekarang (siapa tahu pas Andy lagi kerja part time di pom bensin Dinoco, atau jadi petugas di Karnaval, somehow bumped into Woody and the gang, accidentally).

Ah, I need to learn the art of letting go from Bo Peep, and Sheriff Woody.

*image sources: Pixar & Giphy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *