Heiwa – Musik Rasa Gulali

Pertama kalinya gue mendengar lagu-lagu di Heiwa, rasanya seperti bocah yang dikasih permen kapas gratisan. Seneng-pake-banget. Seneng yang bisa diasosiasikan dengan girang. Mungkin ini yang dinamakan happiness needs no effort kali, ya. Atau pula karena track pertama di Heiwa – Kalyanamitta Sahabat Sejati benar-benar bikin yang denger jadi hepi. Jangankan lagu yang full, lagu yang cuman teaser doang di website-nya aja bikin senyam-senyum sendiri. Karakter suara Harris tidak berubah, seperti mencicipi permen kapas. Empuk yang menenangkan, sekaligus menyenangkan. Ditambah dengan aransemen yang playful dan ringan, seperti mendengar lagu K-Will rasa Indonesia.

harris-kristanto-heiwa-album

Harris Kristanto sudah bukan penyanyi amatir bagi kalangan mahasiswa Binus University, khususnya di KMBD. Sejak pertama kali menyaksikan penampilan beliau, gue sudah bertanya-tanya kapan ia akan merilis albumnya sendiri. Kehadiran album Heiwa seakan mengubah stereotip “lagu buddhis” yang selama ini ada di benak gue: yang dinamakan “album buddhis” selalu mendayu-dayu dan menyentuh hati, ‘nyaring’ akan istilah-istilah Pali atau Sanskrit, serta karakter suara yang ‘historikal’ abis. Harris dengan Heiwa-nya berhasil memutarbalik semuanya: lagu-lagu di dalam album ini justru ‘ringan yang berisi.’ Cukup sediakan telinga dan hati yang terbuka, maka lagu-lagu dalam Heiwa akan berbicara denganmu, sambil sedikit-sedikit menyisipkan makna yang ternyata dalem juga.

Ngomong-ngomong, gue selalu percaya bahwa karya yang bagus itu memerlukan banyak faktor: kepercayaan diri dan kedewasaan pribadi, dukungan dari orang-orang tercinta, sumber daya dan ide-ide yang dipertemukan dengan kesempatan yang tepat. Semua itu lalu bermuara menjadi karya yang benar-benar bisa dinikmati dengan hati. Walaupun Heiwa hanya berisi 5 lagu dengan ‘tipe’ yang berbeda-beda, tapi jujur gue suka semuanya! #wewantmore #kokjadiencore hahaha..


S’lamanya kita berkarya untuk sesama,

Kalyanamitta, dengan semangat dengan ketulusan, kita kan menjaga masa depan untuk semua

-Sahabat Sejati Kalyanamitta

Dibuka dengan lagu yang super asik, lagu ini korea banget, deh. Ringan, membawa angan-angan menuju sahabat-sahabat yang selalu mendukung kita. Sejuk banget, ih. Apalagi kalo didengarkan dengan seksama, can’t help buat senyam-senyum karena latar musiknya yang playful dan jenaka. Jarang-jarang ada “lagu buddhis” yang tampaknya cocok dibawa ke dance floor. #lho


Give the monkey a job, befriend your doubts

-Break Free (Ft. Irvyn Wongso)

Lagu kedua ini cukup bikin kaget, karena beda banget sama yang pertama. Rock, cuy! Kalo dipikir-pikir lagi, ya mungkin ini juga kelebihan Heiwa, sih. A rock song with mindfulness as theme? That’s one of a kind!


Berakhirlah pencarian dalam hati ini,

Kutemukan sandaran dalam hidupku

-Akhir Pencarian

Lagu ini terdengar seperti lagu cinta untuk ‘Perjalanan dalam menemukan cinta ajaran sejati’ #eeaaa. Tapi, the feeling of grateful benar-benar kental di lagu ini. Terlahir sebagai manusia memang sulit, apalagi menemukan ajaran yang pas dan cocok untuk kita. Perasaan tenang-seimbang-bahagia yang bersemayam dalam ‘finally I found you.‘ Sukak!


我们一起慢慢地长大 (wo men yiqi manman de zhangda)

精美礼品宣传给众生 (jingmei lipin xuanchuan gei zhongsheng)

-传播爱心 (Chuan Bo Ai Xin)

wo men yiqi manman de zhangda – kita sama-sama tumbuh dewasa bersama’ adalah bagian yang paling menyentuh hati gue. Padahal, lagu ini sama sekali nggak mellow. Lebih ke ajakan bareng-bareng menebarkan cinta kasih ke dunia. Tapi, entah kenapa seakan ada insight ketika mendengar bagian ini: perasaan bersyukur karena sudah ‘diajarkan’ mengenai cinta kasih sejak kecil, dan sekarang tumbuh dewasa bersama, cinta kasih itu masih ada dan terus bertumbuh.


I wonder what you’re searching for

When everything is in your hand

-Beauty of Life

Diam-diam, Harris juga membagikan rahasia kecil mengenai ‘tidak ada rahasia dalam hidup ini.’ Setelah mengajak untuk berbagi cinta kasih dalam lagu sebelumnya, di Beauty of Life, disampaikan bahwa hidup ini indah juga kalau kita bisa membiarkan diri kita dicintai oleh orang-orang yang mencintai kita; dicintai oleh perasaan bersyukur. Grateful feeling, faithful friends is all you need. So, you need to ask yourself, will you let them in your life?


Setelah Heiwa diputar berkali-kali, berhari-hari… perlahan gue menyadari kalau album ini akan terasa begitu dangkal kalau hanya disebut “album buddhis.” Konteks yang begitu universal, disisipi dengan sedikit istilah-istilah, namun pada akhirnya, tetap saja Heiwa hanya ingin menitipkan makna dalam hidup mereka yang mendengarkan. Mengenai perasaan bersyukur, bahagia, menghargai, menemukan arti yang dicari dalam masing-masing pribadi… semua diterjemahkan menjadi kedamaian. Thank you, Harris Kristanto (and definitely for his team, too!) for wonderful feelings! Keep the great work; keep inspiring; keep touching people’s hearts! 

Album Heiwa bisa dipelajari lebih lanjut di situs ini.

harris-kristanto-heiwa-album-2

Thanks, Heiwa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *