Invasi Monyet yang Membuat Christopher Suka Makan Pisang.

inv

Ah, persetan kalau judul cerita ini terlalu panjang. Yang penting, belakangan Topher merasa otaknya sudah mulai tidak beres. Dia ini akuntan; dia ini pengidap OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang lumayan akut, terang saja ia selalu ingin segala sesuatu dalam hidupnya berjalan teratur, sesuai rencana dan rapih. RAPIH.

Lalu, belakangan ini, ada monyet yang menginvasi otaknya. Benar-benar monyet ini orang! Sampai-sampai, Topher suka bingung, sebenarnya ini betulan monyet atau orang? Ah, bodo’ amat. Yang penting, kerja otaknya sekarang jadi acak-adut. Tidak terstruktur dan tidak serasi dengan rencana awal. Betul-betul ada monyet yang menginvasi benaknya, sehingga pikirannya melompat-lompat, cerewet dan tak mau diam. Tak hanya itu, invasi monyet ini parah, mencapai stadium lanjut, karena Topher harus menyelipkan satu kebiasaan baru, yakni pergi ke convenience store terdekat, mencari label ‘Single & Available’ yang biasa ada di kasir. Pisang Sunpride. Topher hanya akan membeli satu biji di pagi hari sebelum ia minum kopi, siang hari sebelum ia kembali ke komputernya dan malam hari sebelum ia mengabarkan si monyet kalau ia sudah sampai rumah dengan selamat.

“Tadi bukannya kamu bilang mau ke toilet? Kok balik lagi?” Si monyet bertanya, sambil mengunyah pisang.

“Oh iya. Lupa.” Topher menggaruk-garuk keteknya—ini kebiasaan barunya semenjak dekat dengan si monyet. Bukan karena keteknya betul-betul sedang gatal, tapi ya intinya mau action aja, sih. Karena kata orang, kalau kamu ingin lawan jenismu yang kamu incar jadi tertarik padamu, kamu harus bisa ‘meniru’ gerakan dan kebiasaannya. Tapi, mungkin benak Topher sudah jadi kebun pisang, karena… pria waras mana coba yang akan tertarik dengan wanita dengan kebiasaan garuk-garuk ketek?! Ini fenomena yang agak langka. Lagipula, pria ini adalah Christopher, bukan Mowgli yang besar di Hutan.

By the way, aku barusan ambil keripik pisang Lampung dari rak situ. Kamu sekalian bayarin dulu ya di kasir.” Si monyet tersenyum. Bukan, bukan senyum. Hanya semacam cengengesan yang bikin mukanya terlihat lebih bego.

Topher membalas dengan senyum tersipu, lalu kembali ingat pada tujuan awalnya. Eh, apa ya tujuan awalnya? Ke kasir atau toilet? Lagi-lagi pikirannya berlompatan ke sana-sini. Ke kasir dulu, baru ke toilet. Tapi, nanti dompetnya tidak bisa dititipkan? Ah, mengapa pikiran ini ribet banget macam emak-emak?! Kesal dengan pikirannya sendiri, Topher akhirnya melangkah ke kasir, namun baru dua langkah, perutnya tiba-tiba mules mau boker. Sepertinya, efek kebanyakan makan pisang seharian. Diubahlah haluan menuju toilet.

Ah, memang kadang ketertarikan itu layaknya (kulit) pisang. Kuning. Atraktif. Rasa-rasanya seru woohoo. Tapi, siapapun yang suka pisang akan diasosiasikan dengan monyet dan ‘kelakuan tidak bisa diam.’ Ketertarikan, seperti halnya mitos kulit pisang bisa bikin orang kecelakaan karena jatuh tergelincir. Tapi, faktanya, ada berapa orang sih yang jatuh gara-gara keinjak kulit pisang?

Topher mengelus-elus perutnya yang tak begitu buncit, ke luar dari toilet setelah menunaikan tugas mulia. Di depannya, tampak dua cewek yang sedang mengantri. Sedang mengobrol dan sedikit cekikikan.

“Topher, tadi aku pinjem lappy kamu buat cek email kantor, ya. Sini aku login lagi, email kamu apa?”

“Tosuku underscore sumon at gmail dot com. Password-nya tanggal lahir kamu.” Topher mengambil susu kotak dari samping laptop dan meminumnya.

“Heh? Email baru ya? Artinya apa sih?” Si monyet jadi penasaran. Mukanya yang jelek mengernyit, tangannya tetap sibuk memperbaiki kunciran kuda poninya.

Topher suka kuning, suka monyet.” jawab Topher singkat, mukanya sedikit menghangat, tapi ia belagak gila dan langsung duduk di samping si monyet seakan tak terjadi apa-apa.

“Ya ampun, kamu so sweet banget, sih!” Si monyet dengan gemas mencubit pipi Topher, lalu beranjak pergi ke toilet juga. Sepertinya efek kebanyakan makan pisang juga seharian.

Sayup-sayup terdengar suara dua cewek dari tempat duduk sebelah, “Astaga! Si ganteng yang dari toilet ituuuu… yaaah, udah ada monyetnya.” Nadanya sedikit kecewa, tapi akhirnya ditutup dengan cekikikan lagi.


Belakangan monyet memang sudah menginvasi kepala Topher. Isi kepalanya berlompat-lompatan. Semuanya tentang makan pisang, keripik pisang, tanggal lahir si monyet. Semuanya tentang si monyetlah. Topher bisa apa?


Invasi Monyet yang  Membuat Christopher Suka Makan Pisang. Seperti yang bisa dibaca di Storial.

[sgmb id=”1″]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *